Percepatan Pengembangan Games Ai Oleh Netmarble

Percepatan Pengembangan Games Ai Oleh Netmarble

Netmarble Games

Netmarble Games

sedang mempersiapkan layanan gamecerdas untuk merintis era baru dari industri game berbasis AI (Artificial Intelligence).

Game cerdas mengacu pada pemahaman karakteristik permainan dan keterampilan gamers melalui teknologi AI untuk menstimulasi minat, memberitahukan taktik saat menghadapi rintangan, dan bermain dengan gamers sesuai dengan level mereka.

Tujuannya adalah untuk mempelajari pola permainan gamers, guna memberikan elemen yang lebih menyenangkan bagi gamers yang pastinya tiap gamers memiliki poin berbeda dalam merasakan kesenangan.

Pada konferensi pers tahunan Netmarble Games yang diadakan di Februari 2018, Bang Jun-Hyuk, Direktur Utama Netmarble Games mengatakan, ” Alpha Go telah menunjukkan bahwa AI mampu mengalahkan pemain terbaik di dunia. Ketika diterapkan ke dalam game, AI akan bisa bermain langsung dengan para gamers

Anggap saja kamu bermain sepak bola dengan murid kelas dua, akan sulit bagi mereka untuk bermain dengan skill yang mereka miliki. Game berbasis AI akan bisa diarahkan untuk bermain dengan para pemain sesuai dengan level mereka. “

Untuk menyediakan layanan game pintar, Netmarble Games mendirikan Netmarble AI Revolution Center (NARC) di Maret 2018 dan merekrut Dr. Lee Juhn-Young sebagai Kepala dari NARC.

BACA JUGA:   Destiny6 Buka Masa Pra-Registrasi Baru dengan Hadiah Eksklusif

Dr. Lee memiliki 20 tahun pengalaman penelitian di IBM Watson Research Center, yang memfokuskan penelitiannya pada Artificial IntelligenceCloud, dan Big Data.

Dr. Lee dan timnya sekarang bekerja untuk mengembangkan “Project Columbus” dan “Project Magellan“, tugas utama NARC untuk membawa game cerdas ke dunia nyata.

BACA JUGA:   Karakter X-Men Kini Hadir di MARVEL Future Fight

Apa itu Project Columbus ?

Project Columbus” adalah proyek teknologi AI untuk otomatisasi pada operasi game dan marketing berdasarkan data besar.

Sistem yang telah ada saat ini membuat event in-game yang sama dan menyediakan notifikasi, serta item toko yang menawarkan item serupa kepada seluruh gamers.

Namun, ketika “Columbus” diterapkan, preferensi pribadi per individu akan dianalisa untuk event serta marketing personal yang cocok.

Proyek ini pun telah diterapkan di beberapa game dan akan diperluas ke berbagai area.

Apa itu Project Magellan ?

Project Magellan” adalah proyek teknologi AI untuk kecerdasan konten dan efisiensi pengembangan game.

Teknologi ini menyediakan konten game individu untuk mereka yang memiliki tingkat pembelajaran relatif rendah atau konten panduan yang lebih cocok untuk gamers individual.

Selain itu, NARC juga mengembangkan teknologinya untuk otomatisasi dan mempersingkat proses pengembangan game dengan menggabungkan AI ke dalam karya seni dan Quality Assurance (QA), yang membutuhkan banyak waktu dan usaha.

Netmarble Games mengatakan, ” Dalam penelitian teknologi AI kami, tidak hanya untuk memberikan pengalaman baru untuk para gamers , tapi juga memberi inovasi dalam pengembangan game dan operasi pelayanan di seluruh industri game.

The post Percepatan Pengembangan Games Ai Oleh Netmarble appeared first on EPIC99.

The post Percepatan Pengembangan Games Ai Oleh Netmarble appeared first on 4plays.

Clone Any Voice with Lyrebird’s AI

Clone Any Voice
Clone Any Voice

Artificial intelligence is quickly starting to get to grips with human speech patterns. If you think back to just a few years ago, most language processing algorithms all sounded like Stephen Hawking, but nowadays, your smartphone’s AI assistant is able to accurately replicate human speech.

Siri, Google Assistant and Amazon Alexa all have lovely lifelike voices, if a little synthetic. Yet a new AI start-up, Lyrebird, has taken AI’s voice to a new level.
The ability to generate natural-sounding speech has long been a core challenge for computer programs that transform text into spoken words.

Artificial intelligence (AI) personal assistants such as Siri, Alexa, Microsoft’s Cortana and the Google Assistant all use text-to-speech software to create a more convenient interface with their users.

Those systems work by cobbling together words and phrases from prerecorded files of one particular voice. Switching to a different voice such as having Alexa sound like a manrequires a new audio file containing every possible word the device might need to communicate with users.

After learning how to generate speech the system can then adapt to any voice based on only a one-minute sample of someone’s speech. “Different voices share a lot of information,” says Lyrebird co-founder Alexandre de Brébisson, a PhD student at the Montreal Institute for Learning Algorithms laboratory at the University of Montreal. “After having learned several speakers’ voices, learning a whole new speaker’s voice is much faster. That’s why we don’t need so much data to learn a completely new voice. More data will still definitely help, yet one minute is enough to capture a lot of the voice ‘DNA.’”

Check out what Lyrebird’s AI can do in the video clip below.

The post Clone Any Voice with Lyrebird’s AI appeared first on Baccarat Trick.